Sumber : dok. Honda
TANGKAS JAYA - Program relaksasi atau insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah atau PPnBM merangsang masyarakat untuk membeli mobil baru. Terbukti pemesanan mobil baru membludak bahkan para sales promotion mobil pada beberapa dealer mengaku kesulitan untuk memenuhi keinginan konsumen.
Sulitnya unit mobil baru bukan tanpa alasan seperti yang disampaikan oleh Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi kepada awak media.
"Terus terang kami belum 100 persen balik produksi, karena masih ada kekurangan komponen-komponen yang lagi coba kita penuhi semuanya," kata Nangoi.
Nangoi juga mengatakan saat ini para pelaku industri otomotif sedang menyaring pekerja agar bisa kembali produksi secara penuh.
"Dan juga anda harus melihat program ini kita kerahkan pada bulan Maret-Mei 2021, 3 bulan ini kami tengah merekrut kembali pegawai-pegawai, karena pabrik itu sudah boleh dikata produksinya turun drastis tahun lalu. Sehingga banyak pegawai-pegawai yang sifatnya kontrak atau pegawai-pegawai sistemnya outsourcing saat sudah selesai waktunya tidak diperpanjang, nah sekarang kami lagi mencari lagi," tutur Nangoi.
"Namun tentunya, tingginya kasus Covid-19 saat ini, itu kan kebanyakan pegawai-pegawainya dari luar Jakarta, dari luar seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah, jadi terus terang masih agak kesulitan," Nangoi menambahkan.
Pembangunan fasilitas tersebut sebagai komitmen Honda untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi sekaligus mempercepat proses lokalisasi komponen untuk produk-produk Honda di Indonesia. Selain engine test bench HPM juga akan memiliki crankshaft factory yang sedang dalam tahap pembangunan.
Pembangunan fasilitas tersebut sebagai bentuk komitmen dari Honda untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi sekaligus mempercepat proses lokalisasi komponen untuk produk-produk Honda di Indonesia. Selain engine test bench HPM juga akan memiliki crankshaft factory yang sedang dalam tahap pembangunan.
Dalam penelusuran yang dilakukan, konsumen Honda harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan unit mobil baru. Bahkan salah satu sales Honda mobil mengatakan kurangnya supply kendaraan Honda menyebabkan beberapa konsumen membatalkan pesanannya.
"Untuk pemesanan Honda CR-V sampai bulan Juli-Agustus, jika begini terus ini bisa pindah ke tetangga atau brand lain," ungkap seorang sales Honda kepada awak media.
Sales Honda mobil juga mengatakan setidaknya terdapat 20-30 persen pesanan konsumen yang dibatalkan karena terlalu lama mendapatkan unit.
Begitu juga dengan salah satu sales Toyota. Staff penjualan yang menolak disebut namanya itu menjelaskan pada tanggal 29 Mei 2021 terdapat puluhan mobil belum dikirim, artinya seharusnya konsumen bisa mendapatkan diskon atau relaksasi pajak PPnBM sebesar 100%, konsumen tersebut bisa dipastikan tidak mendapatkannya.
"Update Promise Delivery per 29/05/2021, untuk Toyota Rush Oktober-November, Toyota Avanza G MT pada Juni-Juli 2021, Toyota Avanza G AT dan Veloz 1.5 pada Juli-Agustus 2021, Toyota Yaris S MT dan S AT pada Juli-Agustus, Toyota Sienta Q AT dan V AT pada Mei-Juni 2021. Toyota Vios G AT pada Agustus- September, Toyota Fortuner VRZ dan VRZ TRD pada November-Desember," bebernya.


0 komentar:
Posting Komentar